Kementerian ESDM Dorong Penerapan Tata Kelola Pertambangan yang Komprehensif
Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pertambangan nasional untuk memastikan penerapan tata kelola pertambangan dilakukan secara komprehensif. Hal ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari kegiatan pra tambang hingga pasca tambang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan rakyat serta pembangunan peradaban masa depan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan tambang tidak boleh hanya bertujuan pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan dan aturan yang berlaku.
“Sumber daya alam kita, termasuk tambang, dalam pengelolaannya jangan kita pikir dihabiskan sekaligus. Kita harus ingat bahwa ada generasi berikutnya, sehingga kita harus lakukan pengelolaan dengan baik, dengan lingkungan yang baik, serta proses-proses yang sesuai dengan aturan berlaku,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10/2025).
Reklamasi sebagai Syarat Wajib bagi Pemegang Izin Usaha Pertambangan
Bahlil menekankan bahwa praktik reklamasi harus menjadi syarat wajib bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Langkah ini diperlukan untuk memastikan kegiatan tambang berjalan sesuai aturan dan menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, memiliki pandangan serupa terkait pentingnya tata kelola dan etika di sektor pertambangan. Ia menyebutkan bahwa masih terdapat risiko korupsi, transparansi yang lemah, serta budaya etika yang belum kuat di industri pertambangan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola menjadi fondasi bagi pertambangan yang produktif dan berintegritas.
“Penguatan tata kelola berbasis ESG perlu dilakukan karena bersifat trans-disiplin,” katanya.
Peran MIND ID dalam Mendukung Pengelolaan Pertambangan yang Berkelanjutan
Salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan nasional, yaitu grup MIND ID, mendukung penuh penerapan tata kelola pertambangan dari operasional seluruh anggota grup. Untuk itu, MIND ID terus berupaya memperkuat sistem pengawasan, transparansi, serta pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di seluruh rantai nilai industri pertambangan nasional.
Selain fokus pada peningkatan kinerja operasional, MIND ID sebagai Holding BUMN Industri Pertambangan Indonesia telah melakukan reklamasi pasca tambang hingga 7.200 hektare (Ha) lahan pada tahun 2024. Realisasi reklamasi tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 6.700 Ha pada 2023.
Pertambangan yang Berkelanjutan dan Berkontribusi pada Ekonomi Nasional
Realisasi reklamasi yang terus meningkat menjadi bukti bahwa industri pertambangan berkembang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan. Selain itu, sektor ini tidak kehilangan daya saing dan nilai strategisnya dalam menciptakan kontribusi ekonomi yang optimal bagi negara.
Dengan penerapan tata kelola yang baik, industri pertambangan diharapkan dapat terus berkontribusi positif bagi perekonomian nasional tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan