NEW YORK, Idnnews.id
– Eric Trump, yang menjabat sebagai co-founder sekaligus Chief Strategy Officer American Bitcoin langsung turun tangan saat harga saham emiten Wall Street berkode ABTC itu anjlok pada perdagangan Selasa (2/12/2025) waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump tercatat sebagai investor perusahaan penambangan kripto tersebut.
Seperti dikutip dari Forbes, Rabu (3/12/2025), saham ABTC sempat jatuh lebih dari 50 persen pada awal perdagangan, di saat harga Bitcoin (BTC) justru mulai pulih setelah penurunan sebelumnya.
Harga saham ABTC ditutup turun 38,83 persen ke posisi 2,19 dollar AS, sedikit membaik dibanding awal perdagangan yang sempat anjlok 51 persen.
Melalui unggahan di media sosial, Eric menyebut volatilitas harga saham dipicu oleh unlocking pre-merger private placement shares, saham pra-merger yang mulai bisa dijual hari itu, memungkinkan investor awal mencairkan keuntungan mereka.
Eric menegaskan dirinya tidak menjual saham satu pun miliknya. Ia juga meyakinkan investor bahwa bisnis penambangan Bitcoin perusahaan masih solid, bahkan menyebut fundamental perusahaan “virtually unmatched”.
Ia merujuk pada biaya penambangan sekitar 50 persen dari harga pasar (spot) dan margin kotor 56 persen pada kuartal III-2025.
American Bitcoin resmi melantai di Nasdaq pada September lalu. Harga sahamnya sempat melonjak setelah merger dengan perusahaan penambangan Bitcoin lainnya. Namun sejak mencapai puncak pada September, saham ABTC kini telah merosot sekitar 78 persen.
Dalam laporan kinerja kuartal III, perusahaan menyebut memiliki lebih dari 3.000 Bitcoin hasil penambangan dan pembelian di pasar. American Bitcoin mencatat pendapatan 64,2 juta dollar AS dan laba bersih 3,5 juta dollar AS pada periode tersebut.
Penurunan harga saham terjadi bersamaan dengan volatilitas Bitcoin. Pada Senin, harga Bitcoin sempat turun sekitar 6 persen, sebelum kembali pulih di atas 92.000 dollar AS pada Selasa.
Sebelumnya, Bitcoin sempat menyentuh rekor baru lebih dari 126.000 dollar AS pada Oktober, tetapi melemah lebih dari 30 persen setelah Federal Reserve memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga belum tentu dilakukan Desember.
Eric Trump memiliki sekitar 7,5 persen kepemilikan saham di American Bitcoin. Pada September lalu, lonjakan harga saham perusahaan sempat membuatnya secara singkat berstatus miliarder.
Namun, dengan koreksi yang terjadi beberapa bulan terakhir, kekayaan bersih Eric kini diperkirakan turun menjadi sekitar 750 juta dollar AS, menurut laporan Forbes.
Keperihan American Bitcoin terjadi bersamaan dengan melemahnya proyek kripto lain milik keluarga Trump. Token utama World Liberty Financial, WLFI, kini berada di harga sekitar 0,25 dollar AS, turun 30 persen dari level tertinggi September.
Sementara itu ALT5 Sigma, perusahaan yang memegang cadangan token WLFI, juga mengalami koreksi tajam dengan sahamnya anjlok lebih dari 80 persen dalam enam bulan terakhir.
Perkembangan Terkini American Bitcoin
Perusahaan American Bitcoin terus menghadapi tantangan dalam pasar kripto yang sangat volatil. Meski begitu, manajemen perusahaan tetap optimis terhadap prospek bisnisnya. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai situasi terkini:
- Kinerja Keuangan: Dalam laporan kuartal III-2025, American Bitcoin mencatat pendapatan sebesar 64,2 juta dollar AS dan laba bersih sebesar 3,5 juta dollar AS. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu bertahan meskipun harga saham mengalami penurunan signifikan.
- Biaya Penambangan: Biaya penambangan Bitcoin di perusahaan ini mencapai sekitar 50 persen dari harga pasar (spot). Sementara itu, margin kotor perusahaan mencapai 56 persen, yang menunjukkan bahwa operasionalnya masih cukup efisien.
- Strategi Bisnis: American Bitcoin terus melakukan ekspansi dengan menggabungkan aset kripto dan meningkatkan kapasitas penambangan. Perusahaan juga aktif dalam pembelian Bitcoin di pasar, yang membantu meningkatkan portofolio asetnya.
Kepemilikan Saham dan Pengaruh Keluarga Trump
Eric Trump memiliki sekitar 7,5 persen kepemilikan saham di American Bitcoin. Sebelumnya, lonjakan harga saham membuatnya secara singkat berstatus miliarder. Namun, dengan penurunan harga saham yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, kekayaan bersihnya kini diperkirakan turun menjadi sekitar 750 juta dollar AS.
Selain American Bitcoin, proyek kripto lain milik keluarga Trump juga mengalami penurunan. Token utama World Liberty Financial, WLFI, kini berada di harga sekitar 0,25 dollar AS, turun 30 persen dari level tertinggi September. Sementara itu, ALT5 Sigma, perusahaan yang memegang cadangan token WLFI, juga mengalami koreksi tajam dengan sahamnya anjlok lebih dari 80 persen dalam enam bulan terakhir.
Tantangan Pasar Kripto
Volatilitas pasar kripto terus menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja saham American Bitcoin. Pada Senin, harga Bitcoin sempat turun sekitar 6 persen, sebelum kembali pulih di atas 92.000 dollar AS pada Selasa. Sebelumnya, Bitcoin sempat menyentuh rekor baru lebih dari 126.000 dollar AS pada Oktober, tetapi melemah lebih dari 30 persen setelah Federal Reserve memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga belum tentu dilakukan Desember.
Kesimpulan
Meski menghadapi tekanan pasar, American Bitcoin tetap menunjukkan ketangguhannya. Dengan strategi bisnis yang kuat dan pengelolaan keuangan yang baik, perusahaan ini berpotensi untuk bangkit kembali. Namun, para investor harus tetap waspada terhadap fluktuasi harga yang tinggi dalam pasar kripto.

Tinggalkan Balasan