JAKARTA – Kebakaran besar terjadi di Gedung Kantor Terra Drone yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025). Peristiwa ini menimbulkan kepanikan dan banyak korban jiwa.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta menyatakan bahwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.43 WIB. Tim Damkar tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.50 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman memakan waktu lebih dari satu jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan pada pukul 14.10 WIB. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa.
Polres Metro Jakarta Pusat kemudian mengonfirmasi jumlah korban tewas pada pukul 17.00 WIB. Dari total korban, terdapat 22 orang yang meninggal dunia, yaitu tujuh laki-laki dan 15 perempuan. Semua korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan sudah teridentifikasi. Salah satu korban adalah seorang perempuan yang sedang hamil tujuh bulan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa mayoritas korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Menurutnya, para karyawan yang berada di lantai 6 bisa langsung mencapai rooftop dan selamat. “Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop,” ujarnya.
Menurut Susatyo, penyebab kematian para korban umumnya disebabkan oleh kekurangan oksigen. “Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas,” katanya.
Peristiwa ini memicu pertanyaan publik tentang profil perusahaan Terra Drone dan aktivitas usaha mereka di Indonesia.
Profil Terra Drone
Berdasarkan informasi di situs web resmi perusahaan, Terra Drone adalah salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia. Perusahaan menawarkan solusi mutakhir dalam bidang survei udara, inspeksi infrastruktur, analisis data, dan lainnya.
Terra Drone berkantor pusat di Jepang dan hadir di seluruh dunia melalui jaringan mitra perusahaan grup serta kolaborator teknologi. Didirikan pada tahun 2016, Terra Drone menggabungkan teknologi canggih dengan pemahaman lokal di negara-negara tempat mereka beroperasi.
Perusahaan memperluas jaringan melalui akuisisi sejumlah penyedia jasa drone lokal. Pada 2020, Drone Industry Insight menominasikan Terra Drone sebagai penyedia jasa drone terbesar di dunia. Hingga saat ini, Terra Drone sudah hadir di lebih dari 25 negara dan terus bermitra dengan produsen teknologi drone terkini.
Terra Drone Indonesia
Di Indonesia, Terra Drone beroperasi melalui Terra Drone Indonesia, sebelumnya bernama PT Aero Geosurvey Indonesia. Perusahaan menyediakan jasa pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone untuk kegiatan survei udara pada aplikasi industri seperti pemetaan, pemodelan, inspeksi, dan pemantauan dari udara.
Selain itu, perusahaan juga memberikan pelatihan dan konsultasi bagi perusahaan yang menggunakan drone dalam operasional sehari-hari. Dalam lima tahun terakhir, Terra Drone Indonesia mencatat pengalaman survei udara lebih dari 600.000 hektare konsesi dan 2.500 kilometer koridor di sektor minyak dan gas, konstruksi, pertambangan, utilitas, dan perkebunan.
“Dengan menggunakan solusi yang dikembangkan, Terra Drone Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan hasil berkualitas tinggi dengan cepat, tepat, efektif, dan efisien, dalam skala yang sebelumnya tidak terbayangkan,” tulis laman perusahaan.
Sejarah Terra Drone Indonesia
Masih mengutip dari situs web resminya, perjalanan perusahaan dimulai pada 2015 ketika AeroInspect dan Drone Van Java berdiri di bawah PT Indonesia Technologies Venture. Bersama PT Aero Terra Indonesia, ketiganya merintis penyediaan layanan berbasis drone untuk kebutuhan industri.
Pada 2016, perusahaan mendirikan PT Aero Geosurvey Indonesia yang fokus pada survei udara. Setahun berikutnya, pada 2017, permintaan layanan drone mulai berkembang di berbagai sektor. Momentum pertumbuhan berlanjut pada 2018 ketika permintaan layanan drone meningkat signifikan.
Pada 2019, perusahaan menerima pendanaan dari Terra Drone Corporation dan berganti nama menjadi PT Terra Drone Indonesia, menandai integrasi penuh dengan jaringan global Terra Drone Group.
Pada 2020, Terra Drone Indonesia memperkenalkan teknologi baru seperti Drone GPR, Drone UT, dan drone surveillance. Setahun kemudian, pada 2021, perusahaan menargetkan pemulihan kinerja dan perluasan layanan untuk mendorong pemanfaatan UAV di sektor industri Indonesia.

Tinggalkan Balasan