KEDIRI, Idnnews.id

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kediri, Jawa Timur, menjadi korban tewas dalam peristiwa kebakaran di perumahan Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hongkong, pada 26 November 2025. PMI tersebut adalah Desy Widyana (40) yang berasal dari Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, membenarkan kabar tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak sebagai tindak lanjutnya. “Kemarin kami ke rumah korban. Pihak keluarga korban juga sudah mendapat kabar langsung dari Kementerian Luar Negeri,” ujar Ibnu Imad kepada Idnnews.id, Rabu (3/12/1025).

Menurut Ibnu Imad, pihak Kemlu akan segera kembali ke rumah duka untuk keperluan verifikasi data pendukung maupun kebutuhan administratif lainnya. Keberadaan korban di Hong Kong sudah belasan tahun dan pekerjaan terakhirnya sebagai caregiver, yakni perawat lansia.

“Penuturan keluarganya, korban berangkat ke Hong Kong sejak 2005, tapi juga sering pulang,” tambah Ibnu Imad. Soal pemulangan jenazah sang PMI ke Tanah Air, pihak Disnaker belum mengetahui kapan pastinya. Sebab jenazah masih akan menjalani sejumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian Hong Kong.

“Prosesnya masih panjang karena ini juga mau diautopsi. Nah kedatangan tim Kemlu ke rumah duka itu juga bagian dari meminta surat-surat kesediaan autopsi itu,” lanjut Imad.

Peristiwa kebakaran hebat tersebut melanda kawasan perumahan Wang Fuk Court Hong Kong, 26 November 2025. Jumlah korban tewas diperkirakan 151 orang di mana 9 di antaranya adalah WNI.

Latar Belakang PMI di Kediri

Kabupaten Kediri termasuk wilayah kantong PMI di Jawa Timur. Banyak sekali warga yang bekerja ke luar negeri, termasuk Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Arab Saudi. Berikut beberapa informasi penting mengenai PMI di daerah ini:

  • Jumlah PMI

    Kediri memiliki jumlah PMI yang cukup besar, terutama yang bekerja di negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah. Mereka umumnya bekerja sebagai tenaga kerja harian, buruh pabrik, atau pekerja rumah tangga.

  • Negara Tujuan Utama

    Negara-negara seperti Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Arab Saudi menjadi tujuan utama para PMI dari Kediri. Mereka mencari peluang kerja yang lebih baik dibandingkan di Indonesia.

  • Dampak Ekonomi

    PMI memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Uang hasil kerja mereka sering digunakan untuk kebutuhan keluarga, pendidikan anak, atau investasi.

  • Tantangan dan Risiko

    Meskipun ada manfaat ekonomi, banyak tantangan yang dihadapi PMI, seperti risiko kekerasan, perlakuan tidak manusiawi, hingga bahaya kecelakaan. Contohnya, kasus kebakaran di Hong Kong yang menewaskan Desy Widyana merupakan salah satu contoh risiko yang bisa terjadi.

Langkah Penanganan dan Peran Pemerintah

Pemerintah daerah dan pusat memiliki peran penting dalam menangani isu PMI. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Koordinasi dengan Pihak Terkait

    Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan dan bantuan bagi PMI yang mengalami masalah di luar negeri.

  • Bantuan Hukum dan Administratif

    Pemerintah juga memberikan bantuan hukum dan administratif, seperti pengurusan dokumen, pemulangan jenazah, dan proses autopsi.

  • Peningkatan Kesadaran dan Edukasi

    Program edukasi dan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bekerja di luar negeri dan cara melindungi diri.

Peran Komunitas dan Keluarga

Selain peran pemerintah, komunitas dan keluarga juga memiliki peran penting dalam mendukung PMI. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membentuk Komunitas PMI

    Komunitas PMI dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memberikan dukungan moral, dan membantu anggota yang mengalami masalah.

  • Meningkatkan Komunikasi dengan Keluarga

    Keluarga PMI perlu tetap menjalin komunikasi yang baik dengan anggota keluarga yang bekerja di luar negeri untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka.

  • Mendukung Proses Pemulangan Jenazah

    Dalam kasus seperti ini, keluarga harus siap secara emosional dan administratif untuk menerima jenazah dan mengurus proses pemakaman sesuai aturan setempat.

Dengan penanganan yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan keluarga, diharapkan risiko yang dihadapi PMI dapat diminimalkan dan kesejahteraan mereka dapat terjaga.