
Rangkaian Kejuaraan Nasional MLARC 2025 Memasuki Kategori Usia Dini
Setelah sukses menggelar Divisi Barebow 50 meter untuk kategori umum di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (9/12) dan Rabu (10/12), MilkLife Archery Challenge (MLARC) KEJURNAS Antar Club 2025 kini memasuki rangkaian untuk kelompok usia dini. Mulai Kamis (11/12), giliran Divisi Nasional yang mempertandingkan atlet-atlet U-10 dan U-13 putra maupun putri.
Antusiasme terlihat sejak pagi, mengingat dua kategori ini selalu menjadi yang paling ramai pesertanya di setiap edisi MLARC. Menurut Wakil Ketua Umum II Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) sekaligus Ketua Pelaksana MLARC KEJURNAS Antar Club 2025, Abdul Razak, kelompok usia U-10 bahkan menjadi momen yang paling menantang bagi penyelenggara tahun ini.
“Momen paling menantang buat kami itu saat kategori U-10 turun main. Soalnya, jumlah pesertanya paling banyak di antara semua kelompok umur. Jadi, momen yang benar-benar kami tunggu adalah ketika U-10 akhirnya masuk ke shooting lane nanti,” ujar Razak kepada Idnnews.id ketika ditemui di Supersoccer Arena pada Rabu (10/12).

Razak juga menggambarkan bagaimana sulitnya menangani kelompok usia paling dasar dalam cabang panahan—fase ketika atlet baru mulai belajar teknik dan disiplin olahraga ini.
“Kalau kita tanya ke guru pun, bagian paling sulit itu selalu saat mengajar anak yang baru mulai belajar. Beda dengan SMP atau SMA yang sudah punya dasar. Nah, memberi dasar awal itulah yang paling menantang, dan besok tantangannya ada di U-10,” kata Razak.
Ia pun berharap, tantangan itu justru melahirkan fondasi kuat bagi generasi pemanah masa depan.
“Semoga 10 tahun ke depan, anak-anak yang bermain di U-10 ini sudah bisa main di level senior,” harap Razak.
Perbedaan Jarak Tembak Berdasarkan Kategori Usia
Berbeda dengan Divisi Barebow yang memiliki jarak tembak 50 meter, Divisi Nasional di MLARC KEJURNAS Antar Club 2025 ini menggunakan jarak yang lebih pendek:
- U-10: 10 meter
- U-13: 20 meter
- U-15: 30 meter
- U-18: 40 meter
Pemilihan jarak tembak yang sesuai dengan usia tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman yang optimal bagi para atlet muda. Hal ini juga membantu mereka dalam membangun kemampuan teknis dan mental sejak dini.
Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi ajang penting untuk menemukan bakat-bakat baru dalam dunia panahan. Para pelatih dan pengurus Perpani berharap bahwa kompetisi seperti MLARC dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk menjajaki dunia olahraga ini secara serius.
Pentingnya Kejuaraan untuk Generasi Muda
Kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat ikatan antara atlet, pelatih, dan pengurus. Dengan adanya kompetisi yang rutin digelar, minat dan semangat para atlet muda dapat terus berkembang.
Beberapa faktor yang membuat MLARC sangat diminati antara lain:
- Kesiapan infrastruktur yang memadai
- Dukungan dari pemerintah daerah
- Partisipasi tinggi dari klub-klub panahan di seluruh Indonesia
Selain itu, keberadaan sponsor seperti MilkLife juga menjadi salah satu faktor penunjang kesuksesan acara ini. Dengan dukungan finansial dan promosi yang baik, kejuaraan ini bisa mencapai target yang lebih luas.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meski ada tantangan dalam menyelenggarakan kejuaraan untuk kategori usia dini, seperti pengaturan waktu, pengawasan, dan pemenuhan standar keamanan, para penyelenggara tetap optimis akan hasil yang dicapai.
Abdul Razak menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya tentang menentukan pemenang, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan olahraga panahan di Indonesia.
“Kami berharap, melalui MLARC, kita bisa melahirkan atlet-atlet hebat yang siap bersaing di kancah internasional,” ujarnya.
Dengan begitu, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan potensi anak-anak Indonesia dalam bidang olahraga.

Tinggalkan Balasan