Ancaman Penyakit Menular bagi Ratusan Ribuan Pengungsi Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah menimbulkan berbagai tantangan kesehatan bagi ratusan ribu pengungsi. Kondisi ini memicu munculnya ancaman penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, gatal-gatal, serta gangguan kulit, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.
Kondisi di Aceh
Di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, warga terdampak banjir mengalami berbagai gangguan kesehatan. Jalan Nasional masih dipenuhi debu dan sisa material lumpur hingga hari ke-20 pascabanjir bandang. Beberapa warga juga mengeluhkan gangguan asam lambung.
Kepala Puskesmas Jambur Lak-Lak, Nelly Afni, menyebut bahwa jumlah pasien yang datang berobat setiap hari mencapai 60 hingga 70 orang. Mayoritas pasien mengalami ISPA, gatal-gatal, dan penyakit lainnya. Dinas Kesehatan setempat membuka lima posko kesehatan di beberapa desa, termasuk Desa Bener Bepapah, Desa Leuser, Desa Ketambe, Desa Simpur Jaya, dan Desa Lak-Lak. Selain itu, dua unit ambulans disiagakan di lokasi bencana, serta empat dokter bertugas di posko-posko tersebut.
Meski obat-obatan tersedia cukup, beberapa korban harus dirujuk ke RSUD Sahuddin Kutacane karena memiliki penyakit bawaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kondisi di Sumut
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, banyak anak-anak dilaporkan mengalami penyakit gatal-gatal, demam, dan batuk pilek. Contohnya adalah Kiara Ritonga (1,5 tahun), yang mengalami benjolan kecil di kakinya dan gejala batuk serta pilek. Ibu Kiara, Iin Sihombing (29), khawatir dengan kondisi anaknya yang semakin memburuk.
Iin menjelaskan bahwa gatal-gatal mulai dialami Kiara tiga hari lalu, dan kondisi ini diduga akibat alergi air. Rumah mereka sempat terendam banjir, sehingga sulit mendapatkan air bersih. Ia mencoba membawa anaknya ke posko kesehatan, tetapi tidak ada perbaikan signifikan.
Hal serupa juga dialami Syarifah, warga Kelurahan Sibuluan Indah Kecamatan Pandan. Anaknya yang berusia 4 tahun mulai mengalami gatal-gatal selama sepekan. Kondisi ini diperparah karena hanya makan mie dan telur, yang ternyata membuat anaknya alergi. Ia berharap bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di Posko Gor Pandan.
Kondisi di Sumbar
Di Kota Padang, Sumbar, kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir menjadi perhatian serius. Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyampaikan bahwa banyak warga, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dewasa, mengeluhkan ISPA dan iritasi kulit akibat paparan air banjir.
Sidokkes Polresta Padang memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga terdampak di Posko Lapai. Total warga yang menerima layanan ini mencapai 300 orang.
Update Korban
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor. Per Rabu (17/12/2025), jumlah korban jiwa bertambah enam orang, sehingga total keseluruhan menjadi 1.059 orang.
Sebanyak 192 jiwa masih hilang hingga hari ini. Jumlah pengungsi pada hari Selasa mencapai 606.040 orang, namun kini berkurang menjadi 577.600 jiwa.

Tinggalkan Balasan