Pembangunan Jalan Lingkungan di Dusun Kedongdong

Pemerintah Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan pengecoran beton jalan lingkungan di Dusun Kedongdong pada Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dari penyerapan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahun Anggaran 2025.

Total bantuan yang diterima Desa Sukra untuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan mencapai Rp98.000.000. Dana tersebut digunakan untuk mengecor jalan sepanjang 220 meter dengan lebar 2 meter dan tebal 10 cm atau setara 44 m³ beton. Pengecoran dilakukan dengan sistem swakelola oleh masyarakat setempat.

Pengecoran dilakukan di tiga titik strategis yang semuanya berada di wilayah Dusun Kedongdong, khususnya di RT 02/RW 04. Ketiga titik tersebut selama ini menjadi keluhan warga karena sering berlubang dan becek saat musim hujan.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sukra yang telah membangun jalan ini. Sekarang warga sekitar bisa beraktivitas lebih nyaman. Sejak kepemimpinan Kuwu Damhuri, Desa Sukra memang terasa lebih maju dan lebih terang,” ujar Tawinih, salah satu warga Dusun Kedongdong RT 02/04, saat menyaksikan pengecoran berlangsung.

Casdirah, selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), menyampaikan bahwa perbaikan jalan lingkungan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga.

“Dengan jalan yang mulus, aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar, anak-anak sekolah tidak lagi kesulitan, dan roda ekonomi warga sekitar bisa berputar lebih cepat,” ungkapnya.

Menurut Casdirah, sistem swakelola yang diterapkan juga melibatkan tenaga kerja lokal sehingga upah pekerja kembali mengalir ke masyarakat desa itu sendiri. “Ini sekaligus menjadi stimulan ekonomi kecil di tingkat dusun,” tambahnya.

Kuwu Sukra, Damhuri, yang hadir langsung mengawasi pelaksanaan kegiatan menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama di masa kepemimpinannya.

“Banprov yang kami terima ini langsung kami realisasikan untuk kepentingan masyarakat, terutama perbaikan akses jalan yang selama ini menjadi keluhan,” katanya.

Damhuri menambahkan, selain tiga titik di Dusun Kedongdong, pihaknya masih akan terus mengawal penyerapan Banprov 2025 untuk kegiatan lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Kami berkomitmen semua bantuan harus tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.

Hingga siang hari, proses pengecoran di titik pertama sudah mencapai 70 meter. Warga setempat tampak antusias membantu mengangkut material dan ikut mengawasi kualitas pekerjaan.

Dengan rampungnya proyek ini nanti, Dusun Kedongdong diharapkan memiliki infrastruktur jalan yang lebih representatif, mendukung pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga dalam beraktivitas sehari-hari.

Proses Pengecoran dan Partisipasi Masyarakat

Proses pengecoran jalan lingkungan di Dusun Kedongdong dilakukan secara bertahap. Setiap titik pengecoran memerlukan persiapan yang matang, termasuk pengukuran, pembersihan area, dan pengaturan alat berat. Warga setempat turut serta dalam proses ini, baik sebagai tenaga bantu maupun pengawas kualitas pekerjaan.

  • Proses awal dimulai dengan pengukuran dan pemetaan jalur yang akan dikerjakan.
  • Area yang akan dikerjakan dibersihkan dari sampah dan tanaman liar.
  • Material seperti pasir, batu pecah, dan besi tulangan disiapkan sebelum pengecoran dimulai.
  • Pengecoran dilakukan dengan menggunakan mesin pencampur dan alat bantu lainnya.
  • Setelah pengecoran selesai, jalan dibiarkan mengeras selama beberapa hari sebelum dapat digunakan.

Manfaat yang Dirasakan Warga

Setelah pengecoran selesai, warga Dusun Kedongdong diharapkan merasakan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilewati kini menjadi lebih mulus dan aman.

  • Anak-anak sekolah dapat berjalan ke sekolah dengan lebih mudah dan aman.
  • Warga tidak lagi kesulitan dalam mengangkut barang atau berkendara.
  • Akses ke fasilitas umum seperti pasar dan klinik menjadi lebih mudah.
  • Pertumbuhan ekonomi desa diharapkan meningkat karena transportasi menjadi lebih lancar.

Tantangan dan Solusi

Meski ada beberapa tantangan dalam proses pengecoran, seperti cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan sumber daya, pihak desa dan masyarakat berhasil mengatasinya dengan kerja sama yang baik.

  • Cuaca yang basah memperlambat proses pengecoran, tetapi tim tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana.
  • Keterbatasan anggaran diatasi dengan sistem swakelola yang melibatkan tenaga lokal.
  • Kualitas pekerjaan diawasi ketat oleh masyarakat dan tim pelaksana.

Ke depan

Pembangunan jalan lingkungan di Dusun Kedongdong adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Selain itu, proyek ini juga menjadi contoh bagaimana partisipasi masyarakat dapat mempercepat realisasi pembangunan.

  • Pihak desa berencana untuk melakukan evaluasi setelah proyek selesai.
  • Rencana pembangunan infrastruktur lainnya akan terus dikaji dan direalisasikan.
  • Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembangunan akan tetap dipertahankan.