Dalam tradisi Tionghoa, setiap hari memiliki makna dan keistimewaan tersendiri. Banyak orang mengira bahwa jika suatu hari dianggap sebagai hari baik dalam kalender Tionghoa, maka segala aktivitas bisa dilakukan tanpa batasan. Namun, kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Setiap hari memiliki panduan yang berbeda terkait aktivitas yang dianjurkan atau sebaiknya dihindari.

Panduan ini berasal dari Tong Shu, sebuah almanak yang digunakan untuk menentukan kecocokan waktu dalam berbagai aktivitas. Dengan demikian, meskipun suatu hari dinilai baik secara umum, ada kemungkinan aktivitas tertentu seperti pembelian properti tidak cocok dilakukan pada hari tersebut.

Menurut data dari kalender Sinarmas edisi Januari 2026, yang diperoleh Idnnews.id, tidak semua hari baik cocok untuk membeli properti. Terdapat tiga hari spesifik yang mencantumkan aktivitas Buying Properties (pembelian properti) sebagai hal yang sebaiknya dihindari. Berikut adalah rinciannya:

  • Minggu, 4 Januari 2026 – Meski hari ini termasuk dalam kategori hari baik untuk pernikahan, perjalanan, dan grand opening, pembelian properti justru tidak dianjurkan.
  • Rabu, 14 Januari 2026 – Hari ini dikategorikan sebagai hari biasa. Meskipun aktivitas ringan seperti ibadah dan menjahit masih diperbolehkan, pembelian properti tidak direkomendasikan.
  • Sabtu, 24 Januari 2026 – Hari ini juga merupakan hari biasa. Kalender kembali mencatat bahwa pembelian properti tidak cocok dilakukan pada hari tersebut, meskipun aktivitas lainnya masih bisa dilakukan.

Selain tiga tanggal tersebut, pembelian properti juga sebaiknya dihindari pada hari tidak baik (Unlucky Day). Pada Januari 2026, hari-hari ini jatuh pada tanggal 1, 9, 13, 21, dan 25 Januari.

Namun, penting untuk dipahami bahwa hari tidak baik tidak selalu berarti membawa kesialan. Dalam konsep Tong Shu, hari tersebut hanya dinilai kurang harmonis untuk membuat keputusan besar, termasuk transaksi properti. Oleh karena itu, banyak orang lebih memilih membeli properti pada hari biasa yang netral, selama tidak masuk daftar pantangan khusus.

Kalender Tionghoa sering kali digunakan sebagai panduan tambahan, bukan penentu tunggal keputusan. Pemahaman yang lebih mendalam tentang makna hari dan aktivitas yang sesuai membuat penggunaan kalender menjadi lebih proporsional. Bukan sekadar mencari label “hari baik”, tetapi memahami kecocokan antara waktu dan aktivitas yang akan dilakukan.

Beberapa orang bahkan memilih untuk memperhatikan petunjuk dari kalender Tionghoa saat merencanakan pembelian properti. Hal ini dilakukan agar segala proses dapat berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip tradisional yang mereka percayai.

Dengan begitu, penggunaan kalender Tionghoa tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga bagian dari strategi dalam mengambil keputusan penting. Kombinasi antara tradisi dan kebijaksanaan modern bisa menjadi cara yang efektif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.