Kesiapan Dishub Kabupaten Bogor dalam Menghadapi Nataru 2025
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor terus melakukan pemeriksaan kendaraan atau yang dikenal dengan ramp check kepada beberapa perusahaan oto (PO) bus yang beroperasi di wilayah tersebut. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari program Dishub untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama libur panjang.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Hengky, menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat yang akan berlibur saat Nataru sangat tinggi. Oleh karena itu, semua armada kendaraan harus dalam kondisi aman dan laik jalan.
”Kegiatan ramp check pada beberapa perusahaan oto bus akan menjadi langkah yang paling efektif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama libur panjang,” ujar Dadang.
Selain pemeriksaan kendaraan, Dishub Kabupaten Bogor juga akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan serta tes urine kepada para awak armada. Rencananya, pemeriksaan kesehatan akan dilaksanakan secara gabungan bersama Kemenhub dan Polri di Rest Area Jagorawi Km 45.
Operasi Gabungan di Kota Sukabumi
Sementara itu, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Tim Pembina Samsat yang terdiri dari Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW), Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota, dan Jasa Raharja, mulai gencar menggelar operasi gabungan penegakan dan sosialisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kota Sukabumi. Operasi hari pertama sudah dimulai pada Selasa 9 Desember 2025.
Operasi ini dipusatkan di area padat aktivitas pengendara, seperti Jalan RA Kosasih, Jalan Otista, hingga Jalan KH Ahmad Sanusi. Rencananya, operasi ini akan berlangsung hingga Kamis 11 Desember 2025. Target utamanya adalah kendaraan roda dua dan roda empat berpelat wilayah Samsat Kota Sukabumi yang masa berlaku pajaknya telah habis atau belum memperpanjang surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pajak Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Tak hanya penindakan, operasi ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat terkait kewajiban membayar PKB dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ).
”Operasi gabungan ini tidak hanya menindak pelanggaran, tapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan kewajiban pajak kendaraan. Semakin tinggi kesadaran bayar pajak, semakin kuat pula fiskal daerah untuk pembangunan,” kata Rahmat.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Dalam operasi tersebut, para pengendara juga diingatkan bahwa pembayaran pajak bukan sekadar tanggung jawab pribadi, melainkan kontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan layanan publik. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya kewajiban membayar pajak.
- Pemeriksaan kendaraan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang.
- Tes kesehatan dan urine dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental awak kendaraan.
- Operasi pajak kendaraan dilakukan di lokasi strategis untuk mencapai target yang diharapkan.
- Edukasi masyarakat dilakukan agar lebih memahami pentingnya kewajiban pajak.
- Tujuan utama operasi adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pajak kendaraan.

Tinggalkan Balasan