Polemik Utama Proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung
Polemik utama terkait proyek kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung adalah masalah utang yang mencapai lebih dari Rp116 triliun. Isu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan lembaga pemerintah, karena besarannya yang sangat signifikan serta keterlibatan pinjaman dari Tiongkok.
Dugaan Penggelembungan Anggaran
Baru-baru ini, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menyampaikan dugaan adanya penggelembungan anggaran pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung/Whoosh. Ia menyebutkan bahwa biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sedangkan di Tiongkok hanya sekitar 17–18 juta dolar AS. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keabsahan anggaran yang digunakan dalam proyek tersebut.
Setyo Budiyanto, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai dugaan tersebut dari internal KPK. Meskipun demikian, ia berharap pernyataan Mahfud MD didukung oleh data yang kuat.
“Sampai sekarang sih belum terinformasi ya, artinya dari internal,” kata Setyo dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (18/10/2025). “Tapi kalau pak Mahfud menyampaikan seperti itu ya mudah-mudahan ada informasi, ada data dan dokumen yang bisa mendukung kejelasan dari yang disampaikan.”
KPK dan Data yang Dimiliki Mahfud MD
Setyo meyakini bahwa Mahfud MD memiliki data terkait dugaan penggelembungan anggaran tersebut. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Mahfud apakah data itu akan diserahkan kepada KPK atau tidak.
“Saya yakin beliau mungkin punya, tinggal nanti apakah beliau mau menyerahkan atau apa, tergantung dari beliau,” ujarnya.
Terkait apakah KPK akan proaktif “menjemput bola” terkait informasi tersebut, Setyo menyatakan bahwa informasi itu akan ditelaah terlebih dahulu di tingkat kedeputiaan KPK untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Ya biar ditelaah dulu di level kedeputiaan apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut,” kata Setyo.
Respons KPK Terhadap Pernyataan Mahfud MD
Pernyataan ini merupakan respons terbaru KPK setelah Mahfud MD dalam kanal YouTube-nya membeberkan dugaan mark up proyek Whoosh. Ia juga mengklarifikasi bahwa sumber dugaan mark up tersebut pertama kali diungkapkan oleh ekonom Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan.
“Jadi jangan, kalau mau menyelidiki betul KPK, panggil Anthony Budiawan, karena dia yang bilang itu, sebelum saya,” kata Mahfud.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Kamis (16/10/2025), telah mengimbau masyarakat yang memiliki data awal untuk segera menyampaikan laporan resmi agar dapat ditelaah oleh KPK. Namun, Mahfud MD pada Jumat (17/10/2025) menanggapi bahwa KPK seharusnya bisa langsung melakukan penyelidikan tanpa perlu menunggu laporan resmi.
Latar Belakang Proyek Whoosh
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung/Whoosh diluncurkan pada 17 Oktober 2023. Proyek ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan nilai proyek sekitar US$7,27 miliar (setara Rp116 triliun).
Polemik Utama: Utang Proyek
Utang besar menjadi sorotan karena nilainya sangat tinggi dan melibatkan pinjaman dari Tiongkok. Saling lempar tanggung jawab antara pemerintah dan BUMN terjadi terkait pelunasan utang. Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa tanggung jawab ada di pihak Danantara (holding BUMN transportasi).
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut sedang dikaji opsi restrukturisasi utang agar tidak menimbulkan masalah baru, termasuk kemungkinan menjadikan aset Whoosh sebagai bagian dari Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Perhubungan.

Tinggalkan Balasan