Sosialisasi P3RAN di Kabupaten Sorong: Langkah Inovasi dalam Pelayanan Publik

Kabupaten Sorong, yang terletak di Provinsi Papua Barat Daya, kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dinas Perhubungan setempat menggelar kegiatan Sosialisasi Pelayanan Prima Penertiban Rekomendasi Andalalin (P3RAN) pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VI Pusjar SKMP LAN Makassar Tahun 2025.

Acara berlangsung di kantor Bapperida Kabupaten Sorong, yang berada di kompleks kantor bupati, Jalan Sorong-Klamono. Kehadiran para peserta dan narasumber menunjukkan antusiasme terhadap inisiatif baru ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Kabupaten Sorong, Wa Ode Likewati menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan yang ingin menjadi langkah maju sekaligus inovasi di lingkungan pemerintah kabupaten. Menurutnya, meskipun masih ada keterbatasan dalam sumber daya dan pembiayaan, pemerintah daerah tidak boleh kehilangan arah dan komitmen dalam menghadirkan perubahan.

“Program ini bukan sekadar pelatihan atau tugas dalam pendidikan kepemimpinan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik,” ujarnya. Ia berharap inovasi seperti ini terus berkembang dan berdampak langsung pada masyarakat.

Peran Andalalin dalam Pembangunan

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Reinhard Pelletimu, menjelaskan bahwa Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) adalah kewajiban setiap pembangunan. Hal ini menjadi dasar dalam mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, serta memastikan pembangunan sesuai hasil kajian yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Andalalin.

“Andalalin memiliki fungsi yang sama pentingnya seperti Amdal, tetapi fokusnya pada analisis dampak kegiatan terhadap arus lalu lintas,” tambah Reinhard. Kajiannya dilakukan oleh konsultan bersertifikat sesuai tingkat risiko pembangunan, baik kategori tinggi, sedang, maupun rendah.

Digitalisasi dalam Pelayanan Andalalin

Saat ini, pelayanan Andalalin diarahkan melalui aplikasi digital guna mempermudah proses permohonan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya sistem digital ini, masyarakat dapat lebih mudah mengajukan permohonan tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Aplikasi ini akan menjawab kebutuhan dalam proses pelayanan,” jelas Reinhard. Ia optimis bahwa dengan penggunaan teknologi, proses pelayanan akan lebih efisien dan transparan.

Keuntungan dan Harapan Masa Depan

Dari segi manfaat, sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi para pengambil kebijakan dan pelaku pembangunan tentang pentingnya Andalalin dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Dalam hal pengembangan, pihak Dinas Perhubungan berencana untuk terus mengembangkan program ini dengan melibatkan lebih banyak stakeholder dan memperluas cakupan sosialisasi. Dengan demikian, harapan besar dipegang bahwa inovasi ini akan menjadi fondasi untuk pelayanan publik yang lebih baik di masa depan.