Latar Belakang dan Perjalanan Hidup Kang Erwin

Kang Erwin, yang memiliki nama lengkap H. Erwin, SE, M.Pd., adalah sosok yang kini menjadi perhatian publik Kota Bandung. Sebagai Wakil Wali Kota Bandung periode 2025–2030, ia mendampingi Wali Kota Muhammad Farhan. Namun, kini ia berada dalam sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Bandung.

Bagaimana sebenarnya latar belakang dan perjalanan hidup Kang Erwin hingga menjabat posisi penting ini? Berikut penjelasannya.

Lahir di Bandung dan Pendidikan yang Mengukuhkan Karakter

Kang Erwin lahir di Bandung pada tanggal 18 Mei 1972. Sejak kecil, ia mengenyam pendidikan dasar di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama.

Pendidikan akademiknya terus berkembang. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Pasundan (Unpas) dan Magister Pendidikan Agama Islam (M.Pd.) dari Universitas Islam Nusantara (Uninus). Saat ini, ia masih aktif menempuh program doktoral Ilmu Pendidikan di Uninus.

Latar pendidikan ini membentuk citra Kang Erwin sebagai figur yang memadukan manajemen, agama, dan kepemimpinan sosial.

Pengusaha Berpengalaman Selama Lebih Dari 20 Tahun

Sebelum masuk dunia politik, Kang Erwin dikenal sebagai pengusaha selama lebih dari dua dekade, sejak 1991 hingga 2011. Pengalaman ini memberinya wawasan tentang realitas UMKM, dinamika permodalan, serta tantangan lapangan kerja.

Pengalaman bisnis tersebut menjadi fondasi bagi sudut pandangnya saat mulai terlibat dalam kebijakan publik.

Masuk Dunia Politik dan Terpilih sebagai Anggota DPRD

Pada tahun 2019, Kang Erwin terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bandung dan ditempatkan di Komisi D, yang membidangi kesejahteraan rakyat. Ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kini menjadi ketua PKB Kota Bandung.

Di parlemen, ia dikenal sebagai legislator yang aktif turun ke lapangan, gemar berdialog langsung dengan warga, serta mendorong agar kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Dari sinilah popularitas politiknya kian menguat, hingga akhirnya mengantarkannya ke kursi Wakil Wali Kota Bandung.

Figur Religius dan Aktivis Organisasi

Selain sebagai politisi dan pengusaha, Kang Erwin juga dikenal sebagai penceramah keislaman. Ia sering menyampaikan pesan-pesan sosial keagamaan di berbagai majelis taklim.

Rekam jejak organisasinya cukup panjang, antara lain:
* Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia
* Ketua Pagar Nusa Kota Bandung
* Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat
* Ketua DPC PKB Kota Bandung (tiga periode)
* Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari & Kecamatan Kiaracondong

Aktivitas ini menjadikannya sosok yang lekat dengan basis akar rumput, khususnya komunitas keagamaan dan kewirausahaan.

Prinsip Kepemimpinan: Untuk Kemaslahatan Rakyat

Dalam banyak kesempatan, Kang Erwin kerap mengutip prinsip fikih:
“Tasharruf al-Imam ‘Ala Al-Ra’iyyah Manuthun bi Al-Maslahah”
Kebijakan pemimpin harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Prinsip inilah yang selama ini menjadi dasar pendekatannya dalam memimpin dan mengambil keputusan saat berada di pemerintahan.

Keluarga, Pesantren, dan Nilai Kehidupan

Di luar panggung politik, Kang Erwin dikenal sebagai ayah dari enam orang anak. Ia meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat harus berangkat dari nilai-nilai keluarga. Anak-anaknya mengenyam pendidikan di pesantren-pesantren ternama, sebagai bentuk komitmennya terhadap pendidikan karakter dan agama.

“Saya ingin menjadi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat untuk membangun Bandung yang lebih baik,” demikian salah satu pernyataannya.

Kini Jadi Sorotan Usai Berstatus Tersangka

Semua rekam jejak tersebut kini berada di bawah sorotan publik setelah Kejari Bandung menetapkan Kang Erwin sebagai tersangka dalam kasus yang tengah disidik.

Meski proses hukum masih berjalan, profil Kang Erwin menunjukkan bahwa ia bukan sosok yang lahir tiba-tiba di panggung kekuasaan. Ia tumbuh dari dunia usaha, organisasi sosial-keagamaan, parlemen, hingga eksekutif.

Bagaimana kelanjutan perjalanan politik Kang Erwin ke depan? Semua kini berpulang pada proses hukum yang sedang berjalan.