Operasi Zebra Mahakam 2025: Hasil yang Menggembirakan
Operasi Zebra Mahakam 2025 yang berlangsung selama 14 hari di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sepanjang pelaksanaan sejak 17 hingga 30 November, angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Rifki, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya hanya mencatat 16 kejadian kecelakaan. Jumlah tersebut menurun tiga kasus dari tahun 2024.
“Untuk periode yang sama (Operasi Zebra Mahakam 2024, red), kami mencatat ada 19 kasus, maka bila dipersentasikan mengalami penurunan signifikan hingga 16 persen,” katanya dalam konferensi pers hasil akhir operasi di Kantor Ditlantas Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (2/12/2025) sore.
Samarinda dan PPU Catat Kejadian Tertinggi
Dari total 16 insiden, Kota Samarinda dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi wilayah dengan catatan kecelakaan tertinggi, masing-masing empat kejadian. Disusul Kabupaten Paser dan Kota Bontang dengan dua kasus. Sementara itu, Balikpapan, Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), dan Kutai Timur masing-masing mencatat satu kejadian. Dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Berau dan Mahakam Hulu (Mahulu), tidak mencatat adanya insiden sepanjang operasi.
“Jadi ada dua daerah yang nihil kecelakaan lalu-lintas, Kabupaten Berau dan Mahulu,” ujarnya.
Data analisis dan evaluasi Ditlantas Polda Kaltim menunjukkan bahwa Berau dan Mahulu juga nihil kasus sejak tahun sebelumnya. Sementara rekor kecelakaan tertinggi pada Operasi Zebra Mahakam 2024 berada di Kota Samarinda dengan tujuh insiden.
Korban Meninggal Menurun, Luka Berat Justru Meningkat
Penurunan jumlah kecelakaan berbanding lurus dengan menurunnya korban jiwa. Rifki mengatakan tahun lalu terdapat tujuh korban meninggal dunia, sedangkan tahun ini turun drastis menjadi dua jiwa.
“Untuk korban meninggal dunia di tahun ini tercatat ada di Balikpapan dan Paser,” ungkapnya.
Namun demikian, korban luka berat justru meningkat dari enam menjadi 15 orang. Luka ringan menurun dari 14 menjadi 10 orang. Kerugian materi turut naik dari Rp65 juta menjadi Rp121,8 juta.
Sepeda Motor Masih Mendominasi Kasus Kecelakaan
Dari anatomi pelaku kecelakaan, sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat dengan 21 kasus, meningkat lima persen dari 20 kasus tahun lalu. Mobil barang menyusul dengan tujuh kasus. Mobil penumpang turun drastis 60 persen dari lima kasus menjadi dua kasus. Tahun ini polisi juga mencatat satu bus terlibat kecelakaan, naik dari nol kasus tahun lalu.
Kendaraan khusus tidak tercatat terlibat kecelakaan, berbeda dengan satu kasus pada 2024. “Artinya meski jumlah kecelakaan menurun namun kendaraan yang terlibat bila ditotal untuk tahun ini dan tahun lalu masih sama, sebanyak 31 kendaraan,” paparnya.
Mayoritas Pelaku Pemilik SIM A dan C, Pengendara Tanpa SIM Naik 31 Persen
Dari kategori Surat Izin Mengemudi (SIM), pengendara ber-SIM A dan SIM C masing-masing tercatat tiga kejadian. Sedangkan tiga pelaku lainnya tidak memiliki SIM — dan kelompok tanpa SIM ini justru meningkat 31 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk jenis kecelakaan, benturan depan – samping menjadi yang paling sering terjadi dengan delapan kasus, naik 167 persen dari tahun lalu. Disusul tabrak pejalan kaki dan tabrak lari masing-masing dua kasus, serta kecelakaan beruntun dua kasus. Kecelakaan tunggal, depan – depan, depan – belakang, dan tabrak hewan masing-masing satu kejadian.
Kelompok Usia 26–30 Tahun Paling Banyak Terlibat Kecelakaan
Berdasarkan rentang usia, kelompok 26–30 tahun menjadi yang paling banyak terlibat kecelakaan, yaitu lima orang. Disusul usia 21–25 tahun dan 31–35 tahun, masing-masing tiga orang. Kelompok 16–20 tahun tercatat dua orang, sedangkan usia di atas 40 tahun hanya satu kasus.
Operasi Zebra Dinilai Efektif, Jadi Persiapan Menuju Operasi Lilin 2025
Kombes Rifki menegaskan bahwa tren penurunan kecelakaan ini menunjukkan keberhasilan penegakan hukum dan edukasi masyarakat selama Operasi Zebra Mahakam 2025. Namun ia menyoroti peningkatan korban luka berat serta dominasi kasus yang melibatkan sepeda motor. Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat di jalan raya.
“Dan melalui hasil anev menunjukkan bahwa sejumlah indikator memperlihatkan perbaikan yang cukup signifikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan