Stok Beras Perum Bulog di Aceh Tengah Mencapai 100 Ton
Stok beras yang tersimpan di Perum Bulog di Aceh Tengah saat ini mencapai 100 ton. Angka ini ditujukan untuk mendukung upaya penanggulangan bencana yang sedang terjadi di wilayah tersebut. Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Takengon, Eru Purnomo, menjelaskan bahwa pasokan beras terus berdatangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
“Untuk kebutuhan (beras) terus berdatangan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat berupa bantuan pangan, dan bantuan bencana alam kepada masyarakat yang terdampak insya allah terpenuhi,” kata Eru saat dihubungi melalui WhatsApp.
Pendistribusian Bantuan Beras via Udara
Menurut Eru, tambahan stok beras dari Bulog pascabencana diterima melalui Bandara Rembele Takengon karena akses jalan darat ke sejumlah wilayah masih terisolir. Hal ini menyebabkan perlu adanya pendistribusian bantuan melalui jalur udara.
“Pemenuhan kebutuhan beras didatangkan via udara, karena akses masih terisolir,” lanjutnya.
Eru juga menyebutkan bahwa stok beras yang dimiliki oleh Bulog Aceh Tengah terus bertambah setiap hari. Saat ini, stok yang tersedia mencapai sekitar 90 ton, dengan tambahan sebanyak 10 ton yang baru saja masuk. Ia berharap jumlah ini akan terus meningkat setiap harinya.
Proses Penyaluran Bantuan Berdasarkan Data Dinas Pangan
Terkait mekanisme penyaluran bantuan, Bulog Aceh Tengah menggunakan data dari dinas pangan setempat. Proses penyaluran dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan menggunakan cadangan pemerintah yang didistribusikan ke kecamatan-kecamatan sesuai dengan jumlah jiwa yang terdampak.
“Karena akses jalan masih susah, jadi droppingnya sedikit-sedikit ke kecamatan setiap hari,” katanya.
Eru mengungkapkan bahwa proses distribusi bantuan berjalan dengan lancar, meskipun masih ada kendala akibat kondisi jalan yang belum pulih sepenuhnya. Ia berharap akses jalan ke desa-desa segera pulih agar distribusi bantuan bisa berjalan lebih efisien dan cepat.
Upaya Bersama dalam Menghadapi Bencana
Dalam situasi seperti ini, kerja sama antara instansi pemerintah dan lembaga seperti Perum Bulog menjadi sangat penting. Selain itu, partisipasi masyarakat juga diperlukan agar bantuan dapat sampai tepat sasaran dan membantu meringankan beban para korban bencana.
Dengan ketersediaan stok beras yang cukup dan mekanisme distribusi yang terstruktur, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Keberlanjutan pasokan beras serta koordinasi yang baik antarinstansi akan menjadi kunci utama dalam menangani situasi darurat ini.

Tinggalkan Balasan