Munculnya Video Viral dengan Paspor “Torenza” di Bandara JFK
Beberapa waktu terakhir, lini masa media sosial, khususnya TikTok dan Instagram Reels, dibanjiri oleh sebuah video pendek yang sangat membingungkan. Video tersebut menampilkan seorang perempuan berjilbab yang diklaim baru saja mendarat di Bandara Internasional JFK, New York, setelah melakukan perjalanan dari Tokyo. Dalam video itu, perempuan tersebut terlihat menyerahkan sebuah paspor berwarna gelap dengan logo unik kepada petugas imigrasi.
Ketika ditanya, ia menyebut bahwa paspor tersebut adalah paspor dari negara “Torenza”. Di versi video lain, nama negara itu terdengar seperti “Lorenza”. Narasi yang menyertai video tersebut juga mengklaim bahwa sang perempuan menyebut negaranya terletak “di Kaukasus”. Kemunculan video ini sontak memicu badai spekulasi dan teori konspirasi. Warganet pun ramai bertanya: Apakah ada negara bernama Torenza atau Lorenza? Di mana letaknya? Dan apakah video di Bandara JFK itu nyata?
Artikel ini akan mengupas tuntas fakta di balik klaim viral tersebut berdasarkan penelusuran dari berbagai lembaga cek fakta dan media internasional kredibel.
Fakta Utama: Negara Torenza atau Lorenza Tidak Ada
Mari kita mulai dengan jawaban yang paling fundamental. Berdasarkan data geopolitik yang diakui secara global, tidak ada satu pun negara berdaulat di dunia yang bernama Torenza ataupun Lorenza. Nama tersebut tidak terdaftar sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nama tersebut tidak pernah muncul dalam basis data imigrasi resmi manapun. Tidak ada catatan sejarah, atlas modern, atau dokumen diplomatik yang mengakui keberadaan negara Torenza/Lorenza. Klaim bahwa negara itu terletak “di Kaukasus” (wilayah di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia) juga tidak berdasar. Wilayah Kaukasus telah dipetakan dengan jelas dan tidak memiliki negara dengan nama tersebut.
Penelusuran Cek Fakta: Video di JFK adalah Hoaks
Lalu, bagaimana dengan video viral di Bandara JFK yang terlihat begitu meyakinkan? Berbagai lembaga cek fakta internasional telah menelusuri video ini dan sampai pada kesimpulan yang sama. Seperti yang dilaporkan oleh NDTV, Yahoo News, Gulf News, dan AFP Fact Check, klaim mengenai penumpang dengan “paspor Torenza” di JFK adalah hoaks, palsu, atau informasi yang menyesatkan. Tidak ada rilis resmi atau pernyataan apapun dari Otoritas Bandara JFK maupun Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (US CBP) yang mengonfirmasi insiden tersebut.
Banyak analis media mencurigai video tersebut adalah hasil manipulasi digital atau Artificial Intelligence (AI), yang menempelkan narasi baru pada cuplikan video lama yang tidak terkait. Estetika “paspor” yang terlihat di video sengaja dibuat agar tampak resmi, namun logo dan desainnya tidak sesuai dengan standar dokumen perjalanan internasional manapun.
Mengapa Isu Ini Viral? Keterkaitan dengan Legenda “Pria dari Taured”
Popularitas hoaks “Negara Torenza” ini sebagian besar didorong oleh kemiripannya dengan sebuah legenda urban (urban legend) klasik yang sudah lama beredar, yaitu kisah “Pria dari Taured”. Legenda “Pria dari Taured”, yang diklaim terjadi di bandara Haneda, Tokyo, pada tahun 1954, bercerita tentang seorang pria Kaukasia yang datang dengan paspor dari negara bernama “Taured”—sebuah negara yang (sama seperti Torenza) tidak ada di peta. Kisah ini sering kali dikaitkan dengan teori perjalanan lintas dimensi atau multiverse.
Seperti yang diulas oleh AFP Fact Check, hoaks “Negara Torenza” ini pada dasarnya adalah pengemasan ulang dari pola cerita “Pria dari Taured” yang disajikan dengan visual baru (diduga hasil AI) agar relevan dengan audiens modern di TikTok.

Tinggalkan Balasan