Toni Firmansyah Absen, Persebaya Surabaya Harus Cari Solusi

Toni Firmansyah dipastikan tidak bisa tampil saat Persebaya Surabaya menghadapi Madura United dalam lanjutan Super League 2025/2026. Kehilangan pemain muda ini menjadi kabar yang menyita perhatian karena laga tersebut digelar pada saat Green Force sedang berusaha menjaga momentum positif.

Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Madura United pada pekan ke-16 Super League 2025/2026. Pertandingan antara Madura United dan Persebaya Surabaya akan digelar pada hari Sabtu (3/12/2026) di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Absennya Toni Firmansyah disebabkan oleh akumulasi kartu kuning yang telah mencapai batas maksimal. Gelandang andalan Persebaya Surabaya itu telah mendapat empat kartu kuning hingga pekan ke-15 kompetisi. Situasi ini tentu menjadi pukulan bagi tim yang sedang berupaya menata konsistensi permainan.

Terlebih, tim asuhan caretaker Uston Nawawi baru saja memperpanjang tren kemenangan setelah menundukkan Persijap Jepara pada laga tunda pekan ke-8. Toni Firmansyah selama ini menjadi figur penting di lini tengah Persebaya Surabaya dengan peran ganda menyerang dan bertahan. Kehadirannya sering kali membuat permainan Green Force lebih seimbang dan dinamis di berbagai fase pertandingan.

Kehilangan Toni Firmansyah tak lepas dari regulasi resmi yang diterapkan PSSI pada kompetisi Super League. Aturan ini menegaskan konsekuensi tegas bagi pemain yang mengoleksi kartu kuning secara beruntun.

“Pemain yang memperoleh akumulasi 4 (empat) kartu kuning dalam 4 (empat) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk bermain 1 (satu) kali Pertandingan pada Pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai.”

“Aturan larangan satu Pertandingan ini juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 (tiga) kartu kuning berikutnya dalam 3 (tiga) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League.”

Berdasarkan catatan pertandingan, kartu kuning pertama Toni Firmansyah diterima pada pekan 1 saat menghadapi PSM Yogyakarta di menit ke-10. Peringatan berikutnya datang di pekan 3 kontra Bali United pada menit ke-81. Kartu kuning ketiga diterima Toni saat melawan Persib Bandung di pekan 5 pada menit ke-26. Setelah itu, ia kembali mendapat kartu kuning di pekan 8 saat menghadapi Persijap Jepara pada menit ke-7 dalam laga tunda. Akumulasi kartu kuning tersebut akhirnya lengkap ketika Toni kembali masuk buku wasit pada pekan ke-15 melawan Borneo FC. Kartu kuning di menit ke-36 itu memastikan dirinya harus menepi satu laga berikutnya.

Dari sisi statistik, kehilangan Toni Firmansyah terasa signifikan bagi Persebaya Surabaya musim ini. Ia telah tampil dalam 12 pertandingan dengan total 846 menit bermain. Kontribusinya di sektor serangan memang tidak mencolok, namun tetap memberi dampak pada alur permainan. Toni mencatat expected goals 0,67 dari lima percobaan tembakan sepanjang musim.

Akurasi passing menjadi salah satu kekuatan utama Toni Firmansyah bersama Persebaya Surabaya. Ia membukukan persentase umpan sukses sebesar 86 persen dari total 254 umpan yang dilepaskan. Dalam aspek kreativitas, Toni mengoleksi lima key pass dan lima umpan terobosan yang membuka ruang serangan. Pergerakannya kerap membantu transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Peran defensif Toni juga tak kalah penting dalam menjaga stabilitas lini tengah. Ia mencatat 19 tekel dengan 11 di antaranya sukses, serta 15 intersep sepanjang musim. Selain itu, Toni Firmansyah juga rajin melakukan sapuan dan blok tembakan. Catatan 13 sapuan dan empat blok tembakan menunjukkan kontribusinya dalam fase bertahan.

Dari sisi disiplin, Toni memang kerap bermain agresif demi kepentingan tim. Ia tercatat melakukan 26 pelanggaran dan menerima lima kartu kuning tanpa pernah mendapat kartu merah.

Kehilangan Toni membuat Persebaya Surabaya harus memutar otak mencari sosok pengganti yang sepadan. Opsi rotasi di lini tengah menjadi krusial menghadapi tekanan Madura United di kandang sendiri. Laga melawan Madura United selalu menyimpan tensi tinggi dan atmosfer panas. Tanpa Toni Firmansyah, Persebaya Surabaya dituntut tampil lebih disiplin dan efisien di lini tengah.

Pertandingan ini juga menjadi ujian kedalaman skuad Persebaya Surabaya di tengah jadwal padat kompetisi. Pelatih harus memastikan keseimbangan tim tetap terjaga meski kehilangan satu pilar penting. Menarik dinantikan siapa pemain yang akan dipercaya mengisi posisi Toni Firmansyah di laga krusial ini. Jawabannya akan terlihat saat Persebaya Surabaya mencoba mencuri poin di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.