Perkembangan Curah Hujan di Indonesia pada Akhir Tahun Ini

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menjelaskan alasan meningkatnya curah hujan di Indonesia pada akhir tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa kondisi dinamika global saat ini sedang berada dalam fase La Nina lemah yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun depan.

Faisal menyebutkan bahwa suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia lebih rendah dibandingkan dengan suhu permukaan laut di Indonesia yang relatif lebih hangat. Hal ini memengaruhi pola pergerakan massa udara dan pembentukan awan-awan tinggi.

“Anomali suhu muka air laut di perairan Indonesia menjadi seperti steam engine atau tungku terbentuknya awan-awan tinggi yang menyebabkan curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia,” jelasnya dalam konferensi pers virtual bersama BNPB.

Menurut Faisal, fenomena ini menyebabkan mengalirnya massa udara menuju Indonesia, sehingga terbangkitnya awan-awan tinggi atau deep convection yang berdampak pada hujan yang cukup lebat dalam beberapa bulan terakhir.

BMKG memprediksi bahwa curah hujan bulanan akan terjadi pada Januari hingga Maret 2026. Di wilayah Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua bagian selatan serta sebagian Sulawesi Selatan, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari 2026.

Pada bulan Februari, beberapa daerah masih memiliki curah hujan yang tinggi. Di wilayah Sumatera, khususnya pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan sebagian Jambi, mulai memasuki musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa daerah ekuator mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau.

Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat terkait risiko kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Sumatera bagian tengah dan utara.

Sementara itu, pada Maret 2026, BMKG memprediksi masih terjadi curah hujan yang tinggi hingga sangat lebat khususnya di Jawa Tengah. Berdasarkan prediksi tersebut, curah hujan yang termasuk kategori sangat tinggi, yaitu lebih dari 500 milimeter per bulan, akan terjadi di beberapa wilayah.

Untuk bulan Januari, wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi Selatan. Pada Februari, curah hujan tinggi akan terjadi di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, untuk bulan Maret, Jawa Tengah menjadi wilayah yang paling berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi.

Prediksi Curah Hujan Bulanan 2026

Berikut adalah prediksi curah hujan bulanan untuk beberapa wilayah:

  • Januari 2026
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Bali
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Selatan

  • Februari 2026

  • Jawa Tengah
  • Sulawesi Selatan

  • Maret 2026

  • Jawa Tengah

Prediksi ini memberikan informasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyiapkan antisipasi terhadap potensi banjir, longsor, dan bencana hidrologi lainnya. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan iklim secara berkala untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat.