Penangkapan Pelaku Perampokan Lansia yang Dilakukan dengan Strategi Cerdik

Kasus perampokan dan penyiksaan terhadap seorang wanita lansia di Kampung Kubang, Cileungsi, akhirnya menemui titik terang. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi cerdik yang dilakukan oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison. Dengan menggunakan teknik penyamaran khusus, ia berhasil meringkus salah satu pelaku utama yang telah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) selama beberapa bulan.

Teror Dini Hari yang Keji

Peristiwa tersebut terjadi pada 7 September 2025, ketika komplotan pelaku melakukan perampokan ke rumah seorang wanita lansia di Desa Jatisari, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Korban mengalami penyiksaan berat, termasuk dicekik, dilakban, hingga kehilangan gigi depan akibat dianiaya. Setelah korban tak berdaya, para pelaku membawa kabur mobil Toyota Avanza, motor, dan uang senilai Rp79 juta.

Jejak yang Terendus dari Jawa Timur

Setelah berminggu-minggu bersembunyi, salah satu pelaku bernama Kumis tertangkap di Batang, Jawa Timur, pada 7 Desember 2025 karena kasus pencurian 60 ekor kambing. Dari keterangan Kumis, polisi mendapatkan informasi tentang lokasi persembunyian buronan utama, Emed alias Aki, yang berada di wilayah Cianjur.

Strategi Penyamaran “Juragan Domba”

Memanfaatkan latar belakang pelaku yang juga spesialis pencuri ternak, Kompol Edison merancang skenario penyamaran sebagai “Pak Haji” yang ingin memborong domba. Strategi ini dilakukan untuk menembus benteng kewaspadaan pelaku. “Teknik penyamaran ini efektif untuk mendekati target di lingkungannya tanpa menimbulkan kecurigaan,” ujar Kompol Edison.

Penyergapan Tanpa Perlawanan

Pada Selasa (16/12/2025), Kompol Edison yang berkedok sebagai pembeli domba berhasil menjebak Emed di kediamannya. Penyamaran yang begitu natural membuat pelaku benar-benar terkecoh hingga tak berkutik saat polisi melakukan penyergapan. “Berkat penyamaran yang matang, kami tidak butuh waktu lama untuk mengamankan pelaku. Ia langsung dibawa ke Mapolsek untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Edison.

Penangkapan Berulang dengan Teknik Menyamar

Keberhasilan penangkapan dengan strategi undercover bukanlah yang pertama bagi Kompol Edison. Sejak menjabat sebagai Kapolsek Cileungsi pada Januari 2025 menggantikan Kompol Wahyu Maduransyah Putra, ia beberapa kali melakukan penyamaran. Pada April 2025 lalu, ia juga sempat viral setelah rela menyamar sebagai kurir paket selama empat hari berturut-turut untuk membongkar praktik pengoplosan LPG ilegal.

Selain ketegasannya dalam penegakan hukum melalui metode yang kreatif, lulusan sarjana hukum ini juga dikenal memiliki sisi humanis. Ia aktif memimpin kegiatan keagamaan seperti Majelis Tahajud Subuh dan Zikir (MTSZ) bersama warga setempat, yang semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukumnya.

Upaya Pengembangan Kasus dan Pemulihan Aset Korban

Kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengejar sisa anggota komplotan lainnya. “Kami juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lainnya serta upaya pengembalian aset korban,” tegas Kompol Edison. Dengan penangkapan Emed, polisi kini fokus pada pengejaran pelaku perampokan lainnya serta pemulihan aset milik korban.