Kreativitas Siswa SMKN 1 Kefamenanu Tampil di Bazar UMKM NTT
Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka merayakan HUT ke-67 NTT menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha lokal. Selain sebagai wadah promosi produk unggulan daerah, bazar ini juga menjadi ruang ekspresi kreativitas generasi muda. Salah satu peserta yang mencuri perhatian pengunjung adalah siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Kefamenanu.
Produk Kerajinan Kayu yang Menginspirasi
Para siswa SMKN 1 Kefamenanu tampil dengan berbagai hasil kerajinan tangan berbahan dasar kayu. Mereka memasarkan produk-produk seperti gantungan pakaian, gantungan kunci, sendok makan, mangkuk, tempat lampu, papan iris, penyangga telepon genggam, kursi kayu, pot bunga, hingga aneka perabot sederhana lainnya. Semua produk tersebut dibuat dengan desain yang menarik dan fungsional, mencerminkan kreativitas serta ketelitian para siswa dalam mengolah bahan.
Produk-produk ini tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi. Setiap item diproduksi dengan bahan dasar kayu yang berasal dari sisa-sisa kayu yang dikumpulkan. Proses pembuatan dilakukan secara mandiri oleh siswa, mulai dari perencanaan desain hingga proses finishing.
Pembelajaran di Luar Kelas
Guru Teknik Konstruksi dan Perumahan SMKN 1 Kefamenanu, Petrus Olin, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya murni para siswa. “Semua kerajinan tangan ini mereka bikin sendiri, bermodalkan ilmu dan keterampilan yang sudah diperoleh di sekolah,” ujarnya.
Petrus menambahkan bahwa pemanfaatan kayu sisa sebagai bahan baku juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter. Dengan mengolah bahan yang dianggap tidak terpakai menjadi produk bermanfaat, para siswa dilatih untuk melihat peluang dari keterbatasan. Hal ini membantu mereka mengembangkan sikap kreatif, inovatif, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Partisipasi Sebagai Sarana Pembelajaran
SMKN 1 Kefamenanu menjadi salah satu sekolah perwakilan dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang mengikuti bazar UMKM tersebut. Bagi Petrus, partisipasi ini sangat penting sebagai sarana pembelajaran di luar kelas sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memasarkan produk hasil karya mereka kepada masyarakat luas.
“Melalui kegiatan ini, kami harapkan para siswa semakin termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan yang dimiliki, serta mampu menjadikan kreativitas sebagai modal utama dalam menciptakan peluang usaha di masa depan,” katanya.
Tujuan Jangka Panjang
Kegiatan bazar UMKM ini juga sejalan dengan semangat penguatan UMKM dan pembangunan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Timur. Dengan melibatkan generasi muda, pemerintah dan institusi pendidikan saling bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kewirausahaan dan inovasi.

Tinggalkan Balasan