Banjir Melanda 20 Desa di Kabupaten Cirebon

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Minggu (14/12/2025) menyebabkan banjir di 20 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Ketinggian air mencapai antara 80 cm hingga 1,5 meter di beberapa titik yang terdampak.

Salah satu lokasi yang paling parah adalah Perumahan di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun. Wilayah ini menjadi perhatian khusus karena kondisi air masih tinggi dan memerlukan tindakan segera untuk mengamankan warga setempat.

Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda menjelaskan bahwa ketika menerima laporan adanya banjir, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga dan lansia dari daerah yang terendam air.

Jenis Bencana Hidrometeorologi

Samsul Huda mengatakan bahwa banjir yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi. Curah hujan yang tiba-tiba besar terjadi pada sore hingga dini hari, sehingga menyebabkan genangan air yang tidak terduga.

Puluhan desa yang terdampak banjir meliputi:

  • Desa Wotgali, Tegalsari Kecamatan Plered
  • Desa Bode Lor, Karangsari dan Desa Tegalwangi Kecamatan Weru
  • Desa Astana, Desa Jatimerta, dan Desa Klayan Kecamatan Gunung Jati
  • Desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin
  • Desa Sende, Desa Bulak, Kebonturi, Desa Geyongan Kecamatan Arjawinangun
  • Desa Winong Kecamatan Gempol
  • Desa Slangit, Desa Klangenan dan Desa Jemaras Kidul Kecamatan Klangenan
  • Desa Kalianyar Kecamatan Panguragan
  • Desa Kasugengan Kidul dan Kasugengan Lor Kecamatan Depok

Dampak Banjir

Banjir yang melanda puluhan desa tersebut mengakibatkan 199 rumah terendam air. Sebanyak 255 kepala keluarga (KK) dan 761 jiwa terdampak oleh kejadian ini.

Menurut Samsul Huda, hanya di Desa Jungjang Wetan saja yang mengalami pengungsian. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Ia berharap agar banjir ini segera surut sehingga warga dapat kembali ke kehidupan normal.

Upaya Penanggulangan Bencana

BPBD Kabupaten Cirebon terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Termasuk dalam hal distribusi logistik dan pelayanan kesehatan bagi korban banjir.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Hal ini penting untuk menghindari risiko tambahan akibat cuaca ekstrem yang bisa terjadi kembali.

Kesimpulan

Banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Dengan kerja sama yang baik antara BPBD dan masyarakat, harapan besar dipegang agar dampak banjir dapat diminimalkan dan kehidupan masyarakat kembali stabil.