Perayaan Natal di Balige Berlangsung Hikmat dan Penuh Sukacita
Perayaan Natal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Balige berlangsung dengan penuh kehikmatan dan sukacita pada hari Rabu (10/12) di Gereja HKBP Paindoan, Balige. Acara ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan serta perangkat kecamatan. Tahun ini, tema yang diangkat dalam perayaan adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Sabar Siagian, S.Th, yang dalam khotbahnya menekankan bahwa kehadiran Kristus membawa terang dan keselamatan bagi setiap keluarga. Ia mengajak jemaat untuk menjadikan keluarga sebagai tempat menghadirkan kasih, pengampunan, dan damai sejahtera.
Bupati Toba, Effendi Napitupulu, hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan sambutan serta pesan Natal. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat dan daerah. Ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan semangat Natal sebagai momentum mempererat hubungan keluarga serta meningkatkan kepedulian sosial.
Pada kesempatan ini, Bupati menyerukan agar perayaan Natal tahun ini dilaksanakan secara sederhana, mengingat situasi yang tengah berkembang di wilayah Tapanuli. Menurutnya, kesederhanaan tidak mengurangi makna Natal, justru menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan nilai-nilai ketulusan dan kepedulian.

Ia kemudian menegaskan bahwa kasih tidak seharusnya berhenti pada slogan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, salah satu wujud kasih yang paling sederhana namun bermakna adalah kesediaan untuk berbagi dengan sesama. Ia meyakini bahwa setiap kebaikan yang diberikan akan mendatangkan balasan yang lebih besar daripada apa yang telah diberikan.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan keprihatinan terhadap semakin maraknya ungkapan kebencian dan saling serang di ruang digital, yang menunjukkan semakin jauhnya masyarakat dari nilai kasih yang seharusnya dijunjung tinggi.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengharapkan dukungan seluruh masyarakat terhadap program dan kebijakan pemerintah daerah. Kritik dan saran tetap dibuka seluas-luasnya, namun ia menekankan bahwa masukan yang disampaikan hendaknya bersifat konstruktif, bukan menghakimi, demi terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.
Perayaan Natal ditutup dengan pembagian bingkisan secara simbolis oleh Bupati kepada warga yang membutuhkan. Menurut Camat Balige, Partogi Tambunan, hal ini sebagai wujud nyata berbagi kasih dan sukacita sesuai dengan makna Natal.

Tinggalkan Balasan