Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik II Provinsi Papua Tengah Dibuka dengan Khidmat
Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Provinsi Papua Tengah resmi dibuka di GOR Futsal, Mimika, pada hari Selasa, 2 Desember 2025. Acara ini mengusung tema “Merajut Keberagaman dalam Harmoni Pujian untuk Kemuliaan Tuhan”, yang menjadi momen penting bagi umat Katolik dari delapan kabupaten se-Papua Tengah.
Pembukaan acara dimulai dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastor Madia SCJ, Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika. Misa berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh para peserta, tokoh agama, serta undangan lainnya. Dalam khotbahnya, Pastor Madia mengajak umat untuk merenungkan pesan persaudaraan dan keharmonisan di tengah perbedaan. Ia mengutip ayat Yesaya 11:6 yang menggambarkan harmoni antar sesama manusia meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.
Pesparani ini menjadi ajang persaudaraan yang memperkuat ikatan antar komunitas Katolik di wilayah Papua Tengah. Peserta berasal dari Kabupaten Mimika, Puncak Jaya, Intan Jaya, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Puncak. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai lomba yang diadakan selama periode penyelenggaraan hingga 6 Desember 2025.
Rangkaian Acara yang Menarik
Hari pertama perlombaan, Rabu, 3 Desember 2025, akan diisi dengan beberapa lomba yang menarik minat peserta dan penonton. Berikut adalah rangkaian acara yang akan berlangsung:
-
Penyisihan Cerdas Cermat Rohani (CCR)
Lomba ini akan digelar di Aula Bapenda. Peserta akan diuji kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait iman dan ajaran gereja. -
Lomba Mazmur Remaja dan Anak
Lomba ini akan diselenggarakan di Katedral Tiga Raja. Peserta akan tampil membawakan lagu-lagu rohani yang dinyanyikan secara bersama-sama. -
Lomba Paduan Suara Wanita
Acara ini akan berlangsung di GOR Futsal. Peserta akan menampilkan bakat vokal mereka dalam bentuk paduan suara yang indah dan harmonis.
Partisipasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Pembukaan Pesparani tidak hanya dihadiri oleh peserta dan panitia, tetapi juga oleh berbagai pihak yang mendukung acara ini. Di antaranya adalah Kepala Kantor Kemenag Mimika, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta perwakilan dari berbagai denominasi gereja. Keberadaan mereka menunjukkan dukungan besar terhadap kegiatan ini, yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antar umat beragama.
Tujuan dan Makna Pesparani
Pesparani Katolik bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan persaudaraan. Melalui berbagai lomba, peserta diajak untuk mengekspresikan cinta mereka terhadap Tuhan dan sesama. Tema yang diusung, “Merajut Keberagaman dalam Harmoni Pujian”, mencerminkan semangat persatuan yang ingin diwujudkan dalam masyarakat yang heterogen.
Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat kekayaan budaya dan iman yang ada di wilayah Papua Tengah. Dengan adanya Pesparani, diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap identitas lokal.

Tinggalkan Balasan