Pengertian Desil dan Perannya dalam Penerimaan Bantuan Sosial
Banyak orang yang sudah tidak asing lagi dengan istilah “desil” terkait bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Namun, apakah kalian tahu sebenarnya apa itu desil? Bagaimana sistem ini digunakan untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima bansos? Mari kita bahas secara lengkap agar kalian bisa memahami konsep ini dengan lebih jelas.
Secara sederhana, desil adalah sistem perankingan kekayaan keluarga di Indonesia. Tidak semua keluarga layak menerima bansos, sehingga pemerintah menggunakan sistem desil sebagai alat pengelompokkan. Dengan demikian, bansos bisa disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Desil Bansos: Pengelompokan Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan
Desil dibagi menjadi 10 tingkatan, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Pembagian ini didasarkan pada data yang dikumpulkan oleh pemerintah, yaitu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS). Bayangkan seperti ranking di kelas:
- Desil 1: Kelompok 10% teratas… eh, tapi dari yang paling serba kekurangan. Ini kategori miskin ekstrem.
- Desil 2: Masih dalam kategori miskin.
- Desil 3: Kelompok yang hampir miskin.
- Desil 4: Mereka yang rentan atau mudah banget jatuh miskin.
- Desil 5: Kelompok yang cukup atau udah nyampe ke tingkat kesejahteraan menengah.
- Desil 6 – 10: Kelompok menengah ke atas yang dianggap udah mampu dan biasanya nggak jadi prioritas bansos.
Intinya, desil 1 sampai 4 adalah kelompok yang paling rentan, sementara desil 5 sudah agak mendingan. Sistem ini dibuat agar bansos benar-benar sampai ke yang paling butuh.
Bagaimana Desil Mengaruh ke Bansos yang Kamu Dapat?
Berdasarkan aturan dari Kementerian Sosial, desil menjadi patokan utama dalam menentukan hak penerima bansos. Berikut pembagiannya:
- Desil 1 – 4: Berhak mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH).
- Desil 1 – 5: Bisa mendapatkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Sembako, plus Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Mereka juga berpotensi mendapatkan bantuan ATENSI setelah dinilai oleh Kemensos.
Jika kamu ada di desil 6 ke atas, artinya kamu dianggap sudah mampu dan tidak masuk prioritas. Namun, tetap ada proses verifikasi lapangan untuk memastikan keabsahan data.
Tapi Ada Juga yang Gagal Dapat Bansos Meski Desilnya Cocok
Perlu diperhatikan! Meskipun data kamu ada di desil 1-5, kamu bisa gagal menerima bansos karena beberapa alasan, seperti:
- Alamatnya tidak jelas atau tidak ketemu.
- Datanya tidak valid atau bermasalah.
- Penerima sudah meninggal dunia.
- Kamu atau anggota keluargamu adalah ASN, TNI, Polri, pejabat negara, atau pegawai BUMN/BUMD.
Sistem ini difokuskan untuk warga biasa yang benar-benar membutuhkan.
Desil Juga Dipakai untuk Jalur Afirmasi Pendidikan
Selain untuk bansos, data desil juga sering digunakan dalam jalur afirmasi pendidikan. Beberapa daerah mewajibkan calon siswa yang mendaftar melalui jalur ini berasal dari keluarga desil 1-5. Tujuannya baik, yaitu agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan kesempatan sekolah yang layak.
Cara Cek Desil dan Status Bansos Lewat HP
Ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu! Kementerian Sosial menyediakan dua cara mudah untuk cek status bansos:
Cek Via Website Kemensos
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa kamu.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode captcha yang muncul.
- Klik “Cari Data”.
- Nanti akan keluar status kamu, jenis bantuan, dan jadwal pencairannya.
Cek Via Aplikasi “Cek Bansos”
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Google Play Store atau App Store.
- Buka aplikasinya, lalu pilih opsi “Cek Bansos”.
- Isi data wilayah dan nama lengkap.
- Masukkan kode keamanan, lalu tekan “Cari Data”.
- Info status dan jadwal pencairan bakal muncul langsung.
Dengan memahami desil, kamu jadi tahu posisi kamu dan hak kamu untuk mendapatkan bansos seperti PKH, BPNT, atau PBI JK. Jangan malas untuk cek status kamu secara berkala lewat website atau aplikasi Cek Bansos agar selalu update dengan informasi terbaru dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan