Pencapaian Ekonomi Indonesia dalam Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah kinerja di bidang ekonomi mencatatkan rekor yang positif. Indonesia kini menempati posisi teratas di kawasan Asia Tenggara dalam kapitalisasi pasar modal, sekaligus mencatat surplus perdagangan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Pencapaian ini terungkap dalam laporan riset NEXT Indonesia Center, yang menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor ekonomi. Di sektor pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Nilai kapitalisasi pasarnya untuk pertama kali dalam sejarah berhasil melampaui angka Rp 15.000 triliun pada Maret 2025. Pencapaian ini secara resmi menempatkan BEI di atas Singapore Exchange (SGX) sebagai yang terbesar di kawasan ASEAN.
“Lonjakan kapitalisasi pasar menjadi penanda kuatnya kepercayaan pasar terhadap fondasi ekonomi Indonesia dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Dengan capaian ini, Indonesia resmi menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara,” tulis NEXT dalam laporannya.
Momentum positif ini juga terlihat pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sukses menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kalinya, dan ditutup pada posisi 8.124 pada 16 Oktober 2025. Pertumbuhan IHSG menunjukkan kepercayaan investor bahwa perekonomian Indonesia bergerak di jalur yang stabil.
Perdagangan yang Menunjukkan Kekuatan
Di sektor perdagangan, kinerja ekspor dan impor nasional menunjukkan sinyal positif yang kuat. Pada Agustus 2025, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$5,49 miliar, tertinggi dalam tiga tahun terakhir sejak 2022. Surplus ini terjadi ketika nilai ekspor mencapai US$25 miliar, sementara impor berada di kisaran US$19,5 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin tangguh di pasar global. Melebarnya surplus bukan sekadar angka, tetapi indikator penting bahwa sektor produksi dalam negeri mampu menjaga ritme ekspor, sekaligus memperkuat penerimaan devisa negara.
Kinerja yang Menggembirakan
Selain itu, kinerja perdagangan luar negeri ini melengkapi dorongan dari sektor pasar modal, yang sepanjang satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren menguat. Kondisi ini memperlihatkan fondasi ekonomi Indonesia yang kian solid, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Beberapa faktor yang mendukung pencapaian ini antara lain kebijakan pemerintah yang progresif, stabilitas politik, serta peningkatan investasi asing. Hal ini memberikan ruang bagi sektor-sektor strategis untuk berkembang dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Kinerja Pasar Modal yang Mengesankan
Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak hanya mencatatkan pertumbuhan kapitalisasi pasar, tetapi juga menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan. Dari segi likuiditas, BEI mampu menarik minat investor domestik maupun asing, sehingga memberikan dampak positif terhadap stabilitas pasar dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pengembangan infrastruktur pasar modal dan peningkatan regulasi yang lebih transparan juga turut memperkuat kepercayaan investor. Berbagai inisiatif pemerintah dalam mempercepat proses izin usaha dan mendorong keterbukaan pasar telah membantu meningkatkan iklim investasi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menunjukkan kinerja ekonomi yang mengesankan. Dari sektor pasar modal hingga perdagangan, berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Dengan kondisi ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu ekonomi terkuat di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan