Pemda Flores Timur Umumkan Progres Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, bersama Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, akhirnya memberikan pengumuman terkait progres pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2025. Pada wilayah pelaksanaan paket fisik, dibeberkan bahwa ada 35 paket yang capaiannya masih di bawah 50 persen pada posisi 30 Desember 2025.

Pengumuman ini disampaikan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Flores Timur, Adrianus B. Lamabelawa, dalam penyampaian keterangan publik di ruangan kerja Bupati Flores Timur, Selasa, 30 Desember 2025 sore. Ia menjelaskan bahwa progres capaian di bawah 50 persen tersebut tersebar pada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketiga OPD tersebut adalah Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter). Adrianus menyampaikan bahwa Pak Bupati telah mengarahkan untuk menyajikan data terkait capaian pelaksanaan fisik terendah dengan akumulasi capaian di bawah 50 persen.

Adrianus Lamabelawa merincikan bahwa dari total 35 paket fisik yang capaiannya belum menembus 50 persen, sebanyak 12 paket fisik berada di Dinas PKO. Sementara pada Dinas PUPR ada 8 paket, dan 1 paket pada Disbunter. “Akumulasi ke-35 paket yang belum mencapai kemajuan 50 persen itu termasuk beberapa paket yang tidak dilaksanakan (0 persen),” jelas Adrianus.

Total paket fisik yang dialokasikan pada APBD Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2025 sebanyak 510 paket, tersebar pada 25 OPD dengan pagu senilai Rp137.219.072.089. Adrianus menjelaskan bahwa jumlah paket serta nilai anggaran tersebut terpeta untuk pembiayaan pekerjaan fisik, jasa konsultansi perencanaan, dan jasa konsultansi pengawasan.

Pembiayaan pekerjaan paket fisik tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Paket yang bersumber dari DAU sebanyak 435 paket senilai Rp115.339.921.850 yang tersebar pada 25 OPD. Sedangkan paket yang bersumber dari DAK sebanyak 75 paket senilai Rp57.879.150.239 yang tersebar hanya pada empat OPD, yakni Dinas PKO, Dinas Kesehatan, RSUD dr. Hendrikus Fernandez, dan Dinas PUPR.

Pada posisi 30 Desember 2025, progres realisasi paket fisik baik yang bersumber dari DAU maupun DAK telah mencapai 78,22 persen, dengan progres realisasi keuangan 65,28 persen atau senilai Rp89.583.437.241.

Dari total 510 paket itu, terdapat 302 paket konstruksi yang tersebar pada 10 OPD dengan akumulasi pagu senilai Rp104.678.740.229. Pada posisi 30 Desember 2025, kemajuan fisik pada 302 paket konstruksi tersebut mencapai 69,55 persen, dengan realisasi keuangan sebesar Rp60.162.928.659 (57,47 persen). “Progresnya bergerak sampai akhir tahun, finalisasi akan kita lakukan di awal Januari 2026,” kata Adrianus Lamabelawa.

Khusus paket konstruksi, ada 302 yang tersebar pada 10 OPD, senilai Rp104.678.740.229, progres fisik 69,55 persen, dan realisasi keuangan 57,47 persen atau setara Rp60.162.928.659.